Postingan

여섯: Enam

  “Ada satu hal yang sejak kemaren bikin aku penasaran. Kemaren aku iseng nyari pemilik perusahaan High Tech. Coba tebak apa yang aku temuin?”” Tara berujar dengan raut wajah serius ketika mereka sedang sarapan pagi. Nindya menantap Tara dengan tatapan penuh tanda tanya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Tara juga mempunyai pikiran yang sama dengannya untuk mencari tahu tentang perusahaan tersebut. Mungkin saja Tara menemukan sesuatu yang Nindya tidak bisa temukan di internet. “Masa gak ada fotonya sama sekali?! Gimana kita mau tahu bosnya yang mana.” Nindya mendesah kecewa. “Kayaknya bosnya emang gak suka muncul di muka umum.” “Serem gak sih kalau bosnya misterius gitu?” Tara tiba-tiba bergedik sendiri saat mendengar kalimatnya sendiri barusan. Nindya terkikik, “ngapain serem. Besok kan kita mau ke kantor juga, jadi pasti ketemu sama bosnya, kan?” Tara manyun sambil menyendok nasi ke dalam mulutnya. “Iya juga sih… Aku udah siap nih. Mau mulai beres-beres darimana?...

스물 둘: Dua Puluh Dua

Gambar
                   Hari Senin para karyawan High Tech masuk kerja seperti biasa. Perbaikan di gedung perusahaan terus berlangsung dan mungkin diperkirakan akan selesai secara keseluruhan dalam waktu tiga hari lagi.             Minwoo masuk kantor dengan suasana hati yang sangat ceria. Ia bahkan bersenandung ria dan sesekali bersiul sejak dari rumah untuk berangkat kerja. Ibunya yang melihat perilaku anehnya itu hanya geleng-geleng kepala. Bahkan para pegawainya pun berbisik-bisik melihat tingkahnya yang tidak bias aitu. Namun Minwoo tidak terlalu memperdulikan hal itu. Kedua tangannya menenteng dua gelas vanilla latte hangat yang barusan dia dapatkan dari kafe di lobi kantornya.             Senyumnya makin lebar saat mendapati Nindya tengah berdiri menunggu lift. Sepertinya semesta benar-benar sedang bekerja sama den...